PILU, Bayi Meninggal di Gendongan Ibunya Saat Diajak Ngemis: Berjam-jam Keliling Lupa Beri Makan

                                Ilustrasi gambar

Seorang balita berinisial AS (2) meninggal dunia saat diajak mengemis oleh ibunya, di kawasan Pasar Bantargebang, Bekasi, Kamis lalu.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing mengatakan, balita malang tersebut baru diketahui meninggal dunia pada pukul 15.20 WIB.

"Iya, kemarin kejadiannya, meninggal pas ibunya mengemis di pasar."

"Pas digendong," kata Erna saat dikonfirmasi.

Awalnya, ibu korban berinisial NA (32) yang berdomisili di Bojongmenteng, Rawalumbu, pergi mengemis ke pasar sejak siang hari.

Kemudian, ia hendak memberikan AS makanan, setelah beberapa jam diajak mengemis berkeliling pasar sambil digendong.

"Ketahuannya pas mau ngasih makan, kemudian enggak ada respons," jelasnya.

NA yang telah mengetahui AS sebelumnya sakit, langsung membawa korban ke puskesmas terdekat.

Saat diperiksa oleh petugas medis, AS sudah tak bernyawa.

"Langsung dibawa ke puskesmas, enggak tahunya meninggal."

"Anak itu katanya memang sakit, ibunya tahu kalau korban sakit," ucap Erna.

Cuma Cari Peruntungan

Petugas petugas Satpol PP Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, menggelar razia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), Kamis lalu. 

Setidaknya ada 11 PMKS yang terjaring, terutama di sekitar Masjid Istiqlal.

Mereka yang terjaring sempat memberontak dan mengaku tak mengemis di sekitar masjid.

Puluhan petugas Satpol PP pun langsung menyisir beberapa titik lokasi, yang disinyalir menjadi tempat para PMKS.

Mereka yang terjaring pun hanya bisa pasrah saat dimasukkan ke truk milik Dinas Sosial.

Namun, ada pula yang memberontak dan berusaha meyakinkan petugas mereka bukan mengemis.

Hal itu seperti yang dilakukan Zainal Abidin (60).

Ia sempat memberontak saat petugas menjaringnya.

"Saya bukan pengemis."

"Saya hanya mencari peruntungan dengan belas kasihan terhadap warga yang menjalankan ibadah," kata Zainal seusai diamankan petugas.

Zainal mengaku tak selalu berada di Masjid Istiqlal.

Ia kerap berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Ia pun mengaku tak memaksa warga yang ia temui.

"Lokasi saya pindah-pindah."

"Apalagi kalau datang petugas, ya saya pindah."

"Saya enggak mengemis," elaknya.

Sementara, Camat Sawah Besar Prasetyo mengatakan, razia ini merupakan kegiatan rutin.

Razia ini kerap dilakukan untuk menekan keberadaan para PMKS yang dianggap meresahkan masyarakat.

"Kegiatan ini sebenarnya rutin dilakukan."

"Biasanya dilakukan pada Hari Rabu yang dikenal dengan nama Rabu Tertib, tapi kita ganti harinya," terangnya.

Penertiban ini dilakukan dengan melibatkan petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Sudinhub, dan Sudin Sosial Jakarta Pusat.

Kegiatan ini juga akan terus dilakukan agar wilayah Sawah Besar bebas dari masalah sosial.

"Nanti kalau dapat PMKS akan langsung dibawa petugas ke panti oleh Sudin Sosial," ucapnya.

Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan Sawah Besar Rizaldi menyebut, ada 11 PMKS yang dijangkau petugas.

Mereka nanti akan dibawa ke panti sosial.

"Tadi di Istiqlal ada 6 pengemis, dan di Jalan Kali Lio ada 3 manusia gerobak, kita langsung amankan."

"Pasukan yang kami kerahkan ada 70 personel gabungan," bebernya.

Sumber: tribunnews.com

Belum ada Komentar untuk "PILU, Bayi Meninggal di Gendongan Ibunya Saat Diajak Ngemis: Berjam-jam Keliling Lupa Beri Makan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel